HOME              PROFIL          ARTICLE         NEWS            IT - KOM          GALERY




Silahkan Tulis Pesan Anda

Total Visits: 40337

Senin, 11 Mei 2009
HUMAN CAPITAL MANAGEMENT
Penulis/Sumber : Drs. Fathul Aminudin Aziz, M.M.
Kategori: STAIN - Dibaca: 1180 kali



HARTA
Pandangan Islam tidak hanya pada harta, tetapi kegiatan ekonomi antara lain pemilik mutlak terhadap sesuatu yang ada di bumi termasuk harta benda adalah Allah. Kepemilikan bagi manusia hanya bersifat relatif, sebebas untuk melaksanakan amanah, mengolah dan memanfaatkan.
Status harta yang dimiliki manusia adalah harta hanya sebagai amanah dari Allah, sebagai perhiasan hidup, serta sebagai ujian keimanan.
INVESTASI
Investasi
yaitu kegiatan menanam modal, baik langsung maupun tidak langsung dengan harapan pada waktunya nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.
Tujuan Investasi, antara lain menghasilkan sejumlah uang, untuk mendapatkan kehidupan layak di masa datang, mengurangi tekanan inflasi, dan dorongan untuk menghemat pajak.
Tahap Keputusan Investasi antara lain:
• Penentuan tujuan investasi
• Penentuan kebijakan investasi, meliputi keputusan  alokasi asset dan batasan jumlah dana, pajak dan biaya pelaporan.
• Pemilihan strategi portofolio, meliputi strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif.
• Pemilihan asset
• Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio, meliputi benchmarking terhadap indeks portofolio pasar.
Strategi investasi, meliputi:
• Beli dan tahan (buying and holding)
• Ikuti performance pasar (swing trading)
• Pilih saham sedang action (go-getting)
• Pilih efek yang tertidur (sleepers)
• Pemilihan sektor (sector selection)
• Unit trust
Faktor yang mendorong untuk berinvestasi, antara lain:
• Aktifitas investasi dilakukan berdasar pada motivasi sosial.
• Akibat implementasi mekanisme zakat, yang dikenakan zakat pada aset produktif yang dimulai seseorang sehingga pemilik tersebut berinvestasi.
Resiko adalah hal wajar mengharapkan return, setiap ada hal yang harus ditanggung oleh investasi tersebut Dalam kegiatan investasi tidak terlepas dari kemungkinan adanya resiko, yang meliputi:
• Resiko karena inflasi
• Adanya persaingan yang akan mengancam kelangsungan usaha
• Menurunnya daya beli karena inflasi
• Naik turunnya nilai mata uang
• Resiko karena perubahan kebijakan pemerintah.
Analisis Portofolio:
1. Strategi Pasif, meliputi strategi beli dan simpan, dan strategi mengikuti indeks.
2. Strategi aktif, meliputi Pemilihan saham, Rotasi Sektor, Strategi Momentum Harta.
Analisis Pasar, meliputi Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), terdiri atas Ekonomi Makro, Industri dan Perusahaan (Top down approach, Bottom up approach, dan Technical analysis).


PASAR MODAL
Pasar modal
adalah pasar yang memperjualbelikan berbagai instrumen keuangan jangka panjang, baik dalam bentuk uang maupun modal sendiri yang diterbitkan oleh perusahaan swasta.
1. Konvensional
Merupakan pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.
Keuntungannya antara lain Capital Gain, Deriden, Saham Perusahaan, Perolehan Kredit.
Kerugiannya antara lain Capital Loss, Opportunity, Perusahaan Likuiditas.
2. Syariah
Merupakan pasar modal yang memperdagangkan berbagai instrumen jangka panjang, baik dalam bentuk modal atau hutang yang menggunakan / menerapkan prinsip syariah yaitu larangan terhadap setiap transaksi yang mengandung unsur ketidakjelasan dan harus memenuhi kriteria halal, terlepas dari hal – hal yang dilarang seperti: riba, judi, spekulasi.
Instrumennya meliputi Reksadana Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Indeks.
Pasar Modal memiliki beberapa fungsi, antara lain:
• Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua pihak, yaitu investor dan issuer. Para investor dapat menginvestasikan dana mereka dengan harapan memperoleh imbalan, sedangkan pihak issuer (perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan.
• Fungsi keuangan
Memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.


Instrumen Pasar Modal:
1. Saham
Pengertian saham yaitu sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan. Keuntungan saham dari emiten yang diberikan kepada investor (1 tahun) disebut deviden, sedangkan keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual saham disebut capital gain.
Jenis saham terdiri atas saham biasa, saham preferen, saham atas nama dan saham atas unjuk.
Penentuan Nilai Saham
• Membagi aliran deviden, bagian awal yang meliputi aliran deviden yang tidak konstan. Aliran deviden ketika deviden mengalami pertumbuhan yang konstan.
• Menghitung nilai sekarang dari aliran deviden yang tidak konstan (bagian awal).
• Menghitung nilai sekarang dari semua aliran deviden selama periode pertumbuhan konstan. Perhitungan ini dimulai dengan aliran deviden pada saat akhir periode bagian awal (deviden terakhir dari bagian awal)
• Menjumlahkan kedua hasil perhitungan nilai sekarang dari kedua bagian perhitungan nilai deviden.


2. Obligasi
Obligasi yaitu tanda pengakuan hutang atas pinjaman uang oleh emiten untuk jangka waktu, sekurang – kurangnya tiga tahun dengan imbalan bunga serta pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berupa surat tanda bukti bahwa investor pemegang obligasi memberikan pinjaman utang bagi emiten penerbit obligasi.
Jenis - Jenis Obligasi, antara lain:
• Ditinjau dari segi unjuk peralihan, terdiri atas Obligasi atas unjuk (bearer bonds) dan Obligasi atas nama (registered bonds)
• Ditinjau dari segi jaminan, terdiri atas Obligasi dengan jaminan dan Obligasi tanpa jaminan (debentures atau unsecured bond)
• Ditinjau dari segi cara penetapan dan pembayaran bunga dan pokok, terdiri atas Obligasi dengan bunga tetap, Obligasi dengan bunga tidak tetap, dan Obligasi tanpa bunga.
• Ditinjau dari segi penerbit, terdiri atas Obligasi oleh pemerintah dan Obligasi oleh swasta.
• Ditinjau dari segi jatuh tempo, terdiri atas Obligasi jangka pendek, Obligasi jangka menengah dan Obligasi jangka panjang.
• Obligasi konversi, Obligasi yang disertai warrant, Obligasi tanpa kupon, Purable bond, Junk bond
Penggunaan Obligasi, antara lain:
• Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitulasi Perbankan.
• Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN.
• Obligasi Ritel Indonesia (ORI), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN, namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel.
• Surat Berharga Syariah Negara (Obligasi Syariah atau Obligasi “Sukuk”) diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.
Keuntungan Obligasi
• Diwujudkan dalam bentuk kupon, yang menghasilkan bunga
• Dapat diperoleh dana yang besar dan dapat diterima sekaligus.
• Biaya relatif murah
• Proses relatif mudah
• Pembayaran tingkat bunga dapat dilakukan berdasarkan tingkat bunga tetap dan atau tingkat harga mengembang.


Pasar Uang
Pasar Uang (money market) adalah mekanisme untuk memperdagangkan dana jangka pendek, yaitu dana berjangka waktu kurang dari satu tahun.
Instrumen yang digunakan dalam pasar uang di Indonesia, antara lain:
• Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
• Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
• Sertifikat Deposito
• Commercial Paper
• Call Money
• Wesel dan Promes
• Repurchase Agreement
• Banker’s Acceptance
• Bill of Exchange


Pasar Uang Konvensional
Yaitu pasar dengan instrumen finansial jangka rendah, dan yang diperjualbelikan biasanya berkualitas tinggi.
Pasar Uang Syariah
Yaitu pasar yang di dalamnya diperdagangkan surat – surat berharga jangka pendek yang berfungsi memfasilitasi perdagangan. Selain itu juga berperan untuk mendukung investasi jangka panjang dan dilarang didalamnya terdapat unsur riba.


Di ambil dari bebagai sumber



ARTIKEL TERKAIT

1 Komentar :


baik

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
Masukkan Kode ini
(Tulis dengan Hurup besar)