Senin, 1 Januari 2007 Alam Kita Marah Penulis/Sumber : Drs. F. Aminuddin Aziz, MM
Kategori: Khutbah
- Dibaca: 1004 kali
Alam sedang marah pada kita. Kita tidak dapat bersahabat dengan alam. Alam memberikan kita kesejahteraan, kita memanfaatkan mereka tanpa batas. Penggalian tambang, minyak, emas, batu bara, semen, kayu, dan memebrikan kesejahteraan kepada manusia, namun kasih sayang manusia pada alam tidak pernah ada.
Kita diperintahkan oleh
Allah untuk berjalan diatas bumi, kita lebih banyak duduk didepan televisi.
Hukum tidak adil, kita diam seribu bahasa
Ketika kita digelisahkan oleh perilaku pornoaksai dan pornografi, saudara kita menolak dengan berbagai kekuatan bahkan dengan aksi turun kejalan ataas nama kebenaran
Ketika sebagian umat Islam sedang memperjuangkan nilai-nilai syariah, sebagian umat islam lain menyerang tanpa henti. Boleh dikata kita tidak pernah bersatu dalam ucapan apalagi dalam tindakan kita sebagai muslim
Kita diutus sebagai holifah diatas bumi, kita malah perusak alam
Kita juga tidak hanya dimarah alam, tetapi dikecoh oleh alam. Ketika kita berkonnsentrasi pada gunung merapi di DIY, alam menyapa kita lewat sunami di pinggir pantai bantul. Ketika kita bersiap untuk menghadapi sunami di pinggir pantai padang dan banten kita dihadapkan sunami pangandaran cilacap.
Ketika kita berharap dari pengeboran lapindo brantas di sidoarjo menghasilkan minyak, alam memberi kita lumpur dan racun. Bukannya mendatangkan kemanfaatan akan tetapi kemadlorotan.
Bagaimana mungkin alam tidak marah, kalao kondisinya semacam ini.
Allah berpesan dalam surat Qof 7-8:
Kami hamparkan bumi dan kami letakan padanya gunung-gunung yang kokoh, dan kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pengajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (hamba Allah)
Oleh sebab itu marilah kita dengan isro mi?roj ini mulai melakukan perubahan perilaku, bangkitkan cinta kita kepada alam, jangan merusaknya. Mulailah dari kita untuk melakukan penghijauan, tidak merusak alam, berlomba dama kebaikan, sebagai bukti kecintaan kita pada Allah.wawlohu?alam